Humas Mansaja (Mustika) – Di tengah padatnya kegiatan, MAN 1 Jembrana menyelenggarakan Workshop Pembelajaran Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta yang digelar selama dua hari, Jumat–Sabtu (22–23 Agustus 2025), bertempat di Gedung Laboratorium Terpadu Lantai 3. Kegiatan ini diikuti oleh para guru lintas bidang studi di MAN 1 Jembrana.
Acara dibuka dengan sambutan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MAN 1 Jembrana yang menekankan pentingnya tagline “Ber-Aksi pada Civitas Mansaja” sebagai semangat bersama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Hadir dalam kegiatan ini Kasi Pendis Kemenag Jembrana bersama Pengawas Madrasah tingkat MA, yang sekaligus memberikan sambutan, membuka acara secara resmi, serta menyampaikan materi kebijakan terbaru terkait arah pembelajaran di madrasah. Dalam paparannya, Kasi Pendis menegaskan “Guru madrasah harus adaptif dalam berbagai penyesuaian kurikulum, terutama dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengawasi sekaligus membimbing perilaku peserta didik. Program kurikulum tidak boleh berhenti pada tataran dasar, namun juga harus merambah ke dunia cyber agar madrasah mampu menjawab tantangan era digital.”
Lebih lanjut, beliau menyampaikan latar belakang lahirnya Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan pendekatan Deep Learning. Keduanya hadir sebagai jawaban atas keresahan sosial masyarakat modern, di mana generasi muda kerap lebih mencintai gawai (gadget) dibandingkan sesamanya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang bukan hanya menguatkan aspek kognitif, tetapi juga menghidupkan nilai spiritual dan sosial.
Workshop ini semakin bermakna dengan hadirnya fasilitator dari Balai Diklat Keagamaan Denpasar, yaitu Drs. H. Sugeng Sudarsono, M.Pd. dan Amalia Puspayanti, S.Si., M.Pd. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan penuh inspirasi, keduanya mampu membangun suasana interaktif sehingga membuat para peserta antusias, aktif berdiskusi, dan termotivasi untuk menerapkan Deep Learning serta KBC di kelas masing-masing.
Workshop ditutup oleh Kepala MAN 1 Jembrana, Bapak Drs. Saras Mawantyo, M.Pd. yang dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. “Terima kasih kepada Kementerian Agama, fasilitator, serta para guru yang sudah berpartisipasi aktif. Kami mendukung penuh penerapan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta, karena dengan cara inilah madrasah mampu mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing di tengah tantangan zaman.” (fjr)