Humas Mansaja (Mustika) — MAN 1 Jembrana sukses mengawali tahun baru 2026 dengan menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Delapan murid yang bergabung dalam Hipotesa tersebut berhasil meraih medali emas dalam ajang International Young Moslem Inventor Award (IYMIA) 2026 yang diselenggarakan secara daring pada tanggal 7 sampai 9 Januari 2026.
Kompetisi ini merupakan bagian dari Global Youth Invention and Innovation Fair 2026 yang digelar oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor dan diikuti oleh inovator muda dari berbagai negara.
Prestasi tersebut diraih oleh dua tim MAN 1 Jembrana yang menghadirkan dua karya ilmiah. Karya ilmiah pertama berjudul “Antibacterial and Anti-Inflammatory of Boreh-Kare in the Treatment of Pandan War in The Tenganan Peringsingan Village–Bali” yang mengkaji boreh kare sebagai obat herbal tradisional dalam ritual Perang Pandan di Desa Tenganan, dengan temuan bahwa ramuan tersebut memiliki potensi antibakteri dan antiinflamasi yang relevan bagi pengembangan pengobatan alami berbasis kearifan lokal. Selain itu, karya ilmiah kedua berjudul “Cultural and Technological Interaction: Identifying Balinese Endek Fabric Patterns Using GeoGebra and Wallpaper Group Theory” yang memadukan budaya dan matematika modern melalui analisis pola kain endek Bali menggunakan perangkat GeoGebra dan teori grup wallpaper untuk mengidentifikasi struktur simetri geometrisnya secara sistematis dan ilmiah.
Tim pertama dibina oleh Ibu Lilik Muntamah, dengan anggota Rafi Adhipramana, Avicienna Tahalla Ardi, Alfan Mufid Ramadhan, dan Raysha Sharleen Firdauzi. Tim kedua dibina oleh Ibu Rizka Dwi Hidayati, dengan anggota Yovan Dwi Febrian, Amirah Argiyanti, Reza Ahmad Maulana, dan Ahmad Firnas Farhan Yusuf. Kedua tim dinilai unggul karena mampu menghadirkan gagasan kreatif, aplikatif, dan relevan dengan tantangan masa kini.
Kepala MAN 1 Jembrana, Saras Mawantyo menyampaikan kebanggaan dan apresiasi setinggi-tingginya. “Pencapaian ini adalah bukti nyata bahwa visi kami sebagai madrasah unggul pencetak insan mulia bukan sekadar slogan. Anak-anak kita telah menunjukkan bahwa insan mulia itu adalah yang tidak hanya kuat karakter religiusnya, tetapi juga cerdas secara ilmiah, peduli terhadap lingkungan, dan mampu menciptakan karya yang berdaya guna bagi bangsa. Ini adalah langkah awal yang solid untuk menyemai generasi penerus Indonesia Emas 2045,” tegasnya. (roy)

